Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2007

Berbeda untuk menang

Kalau Anda ingat, beberapa Majalah dan koran pernah memuat profil dari seorang penyanyi muda yang sedang naik daun. Ello namanya. Lengkapnya, sih, Marcello. Dia masih sangat muda, umurnya belum genap 25 tahun. Orangnya ganteng, suaranya bagus, dan aksi panggungnya memukau. Tapi yang mengherankan, waktu itu NOVA sampai memuat foto Ello di halaman paling depan. Judul covernya saya masih ingat: Idola Baru Musik Indonesia. Eleh, eleh…

Yang menarik, kalau Anda perhatikan, beda dengan Grup Musik Peterpan yang sebelumnya dikenal sudah memiliki beberapa album, Ello sendiri baru dikenal publik ketika dia menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Pergi Untuk Kembali. Ini, sih, lagu lama, dan kebetulan lagu ini diciptakan oleh ayahnya. Yang mengherankan, lagu-lagu Ello yang lain belum pernah kita dengar di radio-radio. Bahkan di teve juga tidak. Banyak orang bilang bahwa Ello beruntung, lagu pertamanya sudah langsung ngetop dan menjadi hits. Pertanyaannya sederhana: Kok, bisa? Ya, kok, bisa, sih, Ello begitu datang langsung menaklukkan pesaing-pesaingnya? Jawaban saya sederhana, Bapak Ibu: “Karena Ello berbeda…”

Ya, Ello punya suara yang unik. Mungkin bisa dibilang, mirip suara Glenn Fredly. Cuma yang membedakan Ello dengan Glenn selain suaranya, tentu saja fisiknya. Warna kulit mereka berbeda, postur tubuh juga berbeda, bahkan rambut pun beda.

Apa maksud saya menceritakan tentang Ello? Sederhana saja Bu. Mungkin bukan sekali atau dua kali Anda berpikir untuk membuka usaha. Entah itu warung, toko, salon, tempat makan, biro jasa pengurusan surat, laundry, atau apapun itu. Tapi, boro-boro mau membuka, modal, sih, ada, tapi nyalinya itu lo, enggak ada. Kenapa? Karena belum apa-apa Anda seringkali sudah takut dulu melihat usaha serupa yang sudah berdiri lebih dulu. Ya, kan?

Ambil contoh kalau Anda mau buka salon. Sering enggak Anda berpikir: “Wah, dua blok dari sini ada salon lain. Laku, lagi. Kalau saya nekat buka salon juga, apa bisa laku ya?”. Hehe. Betul, kan, itu pikiran Anda?

Ibu-ibu, saya cuma ingin bilang bahwa yang namanya persaingan itu sehat. Itu bagus. Kenapa? Karena persaingan umumnya akan membuat pihak-pihak yang bersaing akan semakin memperbaiki diri sehingga kualitas mereka masing-masing biasanya juga akan meningkat. Sekarang masalahnya, bagaimana caranya Anda bisa membuka usaha yang bidangnya sudah dibuka terlebih dahulu oleh pemain lain.

Jadilah berbeda Bu! Sebagai contoh, kalau Anda ingin buka salon sementara dua blok dari rumah Anda sudah terlebih dahulu ada salon yang laku, coba lihat, siapa pasar dari salon yang sudah ada tersebut? Misalnya saja, salon yang sudah terlebih dulu berdiri itu adalah salon yang banyak menjaring para ibu yang ada di sekitar perumahan tempat Anda tinggal. Kalau Anda datang kesana, biasanya tabloid yang ada disitu adalah Tabloid NOVA. Kursi dan meja tunggunya pun adalah kursi dan meja yang dirancang sedemikian rupa agar ibu-ibu yang datang bisa duduk nyaman dan saling ngobrol satu sama lain. Chanel TV-nya pun dipasang yang disukai ibu-ibu muda. Pekerja salonnya pun kebanyakan juga ibu-ibu, sehingga obrolan dengan customer jadi nyambung.

Nah, jika Anda membuka salon dengan konsep yang sama, apa yang terjadi? Apakah Anda yakin sebagian pelanggan salon sebelumnya akan lari ke salon Anda? Itu, kan, harapan Anda?

Padahal itu belum tentu Bu. Ibu-ibu itu pasti akan bilang begini: “Hmm…ada 2 salon yang berdekatan… mirip-mirip lagi… memang, sih, salon yang baru itu kayaknya memang lebih murah….tapi saya, kan, sudah punya langganan, sudah kenal baik lagi, saya ke salon yang biasa saja, deh. Malas nyoba-nyoba lagi. Belum tentu cocok.”

Mengerti maksud saya, Bu? Seorang pelanggan, bila dia melihat dua usaha yang lokasinya berdekatan dan memiliki konsep yang sama, dia biasanya akan datang ke usaha yang dia anggap lebih ‘berpengalaman’. Bahasa kerennya, lebih orisinil. Ya, kan?

Lo, terus bagaimana, dong, kalau Anda mau buka salon sementara dua blok dari Anda sudah ada salon lain untuk ibu-ibu yang sudah lebih dulu laku? Ya jangan buka salon untuk ibu-ibu. Miliki konsep yang berbeda. Contoh: buka salon untuk anak muda. Untuk anak-anak SMA. Dengan menjadi berbeda, maka Anda akan lebih dikenal orang karena perbedaan Anda.

Kenapa? Ya jelas, mana lagi salon untuk anak muda di daerah Anda? Cuma Anda, kan? Tidak ada lagi. Dengan menjadi berbeda, akan lebih mudah bagi usaha Anda untuk dikenal orang. Kalau orang sudah kenal usaha Anda, semakin besar kemungkinannya usaha Anda bisa lebih laku.

Lo, terus, apa konsep salon yang tepat untuk anak-anak muda? Tempatnya mungkin harus warna-warni. Begitu juga kursinya. Diputar lagu-lagu yang sedang digandrungi anak muda. Sekali lagi bapak ibu, jangan pernah meniru konsep yang sudah sukses terlebih dahulu hanya karena Anda ingin meniru kesuksesannya. Meniru kesuksesan boleh, tetapi jangan pernah meniru konsep, apalagi kalau usaha Anda berdekatan sehingga harus berebut klien atau pelanggan. Miliki konsep yang berbeda.

Jadi, jangan pernah takut bersaing. Salah satu kiat untuk menghadapi adalah memiliki konsep yang berbeda. Jadi, tunggu apa lagi Bapak Ibu. Buka usaha sekarang juga dan jadilah berbeda.

SGT/TF Dari berbagai sumber

Read Full Post »

Sorry broo baru bisa mulai nerbitin lagi karena beberapa minggu ini saya berada di samarinda, rencananya saya balik tanggal 31 Agustus 2007. and saat ini saya menginap di Hotel indah jaya, berbekal dari warnet akhirnya saya bisa meluncurkan tulisan ini he….he…..

Ok Sekaramg kita mebicarakan mau dikemanakan kah uang kita setelah berhasil menyimpan uang mungkin sebagian dari kita sudah mengenal yang namanya Investasi, nah sebelum memasuki ke kiat kiat melakukan pengembangan dana saya mencoba memaparkan beberapa tulisan dibawah ini:

Bila Anda melakukan investasi, ada dua pilihan: melakukan investasi secara periodik, atau investasi sekali saja. Keduanya memberikan nilai investasi yang sama berarti. Tinggal Anda pilih mana yang sesuai dengan kekuatan dana yang Anda miliki.

Periodik

Bila berinvestasi secara periodik, maka ini berarti Anda melakukan investasi secara rutin. Anda bisa melakukan investasi setahun sekali, enam bulan sekali, atau bahkan sebulan sekali. Beberapa orang ada yang berinvestasi setiap satu atau dua minggu sekali. Tapi yang penting di sini adalah bahwa yang dimaksud dengan periodik adalah melakukan investasi secara rutin.

Biasanya, berinvestasi secara periodik adalah cara yang paling ampuh untuk mengejar target dana yang besar kelak. Anda tak perlu memiliki jumlah dana yang besar pada saat ini, tapi Anda cukup hanya menyisihkan sebagian kecil penghasilan Anda untuk lalu diinvestasikan ke dalam sebuah produk investasi. Lama kelamaan, Anda akan memiliki saldo investasi yang begitu besar, karena Anda juga mendapatkan bunga.

Berinvestasi secara periodik sama seperti seorang tukang bangunan yang sedang membuat dinding. Apa yang ia lakukan adalah mengambil sebuah bata, mengoleskannya dengan semen, lalu menempelkannya. Ambil lagi sebuah bata, memberikan semen, dan menempelkannya di sebelah kiri atau kanan bata yang tadi. Begitu seterusnya sampai ia bisa menyelesaikan satu lapis. Setelah itu, ia akan melanjutkannya dengan lapis kedua. Lapis kedua selesai, dilanjutkan dengan lapis ketiga. Begitu seterusnya.

Lama kelamaan, Anda akan melihat sebuah dinding. Persis seperti itulah gambarannya bila Anda berinvestasi secara periodik. Hanya bedanya, dengan berinvestasi, Anda juga mendapatkan bunga. Sementara tukang bangunan tadi, tidak mendapatkan ‘bunga’. Yang ia lakukan hanyalah seperti menabung ke dalam celengan saja secara rutin. Tetapi prinsipnya sama saja: sedikit-sedikit, akan menjadi bukit.

Sekali Saja

Anda juga bisa berinvestasi sekali saja (lump sum). Artinya, Anda cukup memasukkan uang sekali saja ke dalam sebuah produk investasi. Deposito, umpamanya, Anda endapkan selama -katakanlah- sepuluh tahun. Setiap tahun, Anda akan mendapatkan bunga yang bisa ditambahkan ke uang pokok. Kemudian didepositokan lagi sehingga bunganya makin lama makin besar. Tapi, selama Anda tidak pernah menyentuhnya, sampai selama sepuluh tahun. Setelah sepuluh tahun, Anda akan memiliki jumlah dana yang sangat besar.

Berinvestasi secara lump sum persis seperti kalau Anda naik ke sebuah gunung bersalju. Dari atas, Anda ambil sekumpulan salju dengan tangan Anda, lalu membentuknya menjadi sebuah bola. Setelah itu, Anda lepaskan bola salju itu dari atas, untuk digelindingkan ke bawah. Apa yang terjadi? Dalam perjalanannya dari atas sampai bawah, bola salju itu makin lama akan makin besar. Dan pertumbuhan bola salju itu persis seperti deret ukur:

1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, 256, 512, 1024, 2048, 4096, dan seterusnya.

Nah, seperti itulah gambarannya bila Anda berinvestasi secara lump sum.

Gunakan Hukum 72

Kapan investasi Anda berlipat menjadi dua? Kalau Anda melakukan investasi sekali saja, maka ada saatnya jumlah investasi Anda akan berlipat dua. Sebagai contoh, bila Anda menginvestasikan Rp 1 juta pada deposito yang memberikan suku bunga 12% per tahun (di-roll over setiap tahun), maka uang Rp 1 juta Anda akan berlipat dua dalam waktu enam tahun.

Cara menghitungnya adalah dengan menggunakan “Hukum 72”. Bagi angka 72 dengan suku bunga (misalnya 12%) dari produk investasi Anda. Sebagai contoh: (72/12) x 1 tahun = 6 tahun.

Itulah jangka waktu yang dibutuhkan agar investasi Anda bisa berlipat dua.

Bersambung minggu depan saya akan memperlihatkan tulisan mengenai konsep investasi melalui tabungan dan cara perhitungannya

Read Full Post »

Dear All Mohon Maff sebelumnya seri III baru bisa muncul saat ini karena hari jum’at tgl 17 agustus 2007 server lagi suspend, untuk itu di hari sabtu ini masih dalam suasana kemerdekaan saya mengajak teman-teman sekalian untuk selalu cinta pada INDONESIA Merdeka….. merdeka…. semoga bangsa ini Menjadi bangsa yang besar dan semakin Jaya selalu Amin…

Sumary jum’at sebelumnya : Apa perbedaannya ber penghasilan tinggi & kaya…….

Oke kita lanjutkan pembahasan kita hari ini saya akan membahas trik-trik untuk menyisihkan penghasilan…

Ada 3 TRIK UNTUK BISA MENYISIHKAN PENGHASILAN yang Anda peroleh setiap bulannya:

Pada kenyataannya, saya sering menemukan ada banyak orang yang-walaupun penghasilannya besar-sering kali kesulitan untuk menyisihkan uang dari penghasilannya. Bukan satu dua kali saya bertemu dengan orang yang punya gaji
hingga sepuluh juta, bahkan dua puluh juta, tapi teteeeeup saja susah buat mereka untuk bisa menyisihkan penghasilan agar bisa diinvestasikan dan diputar menjadi lebih besar lagi.

Oleh karena itu, saya punya 3 trik yang mungkin bisa Anda pakai untuk bisa menyisihkan penghasilan sebelum penghasilan itu habis Anda pakai.

1. Menabunglah dimuka, jangan dibelakang.
Coba lihat, apakah selama ini Anda selalu menabung di belakang setelah
membelanjakan semua penghasilan Anda? Bila ya, pantas saja Anda jarang bisa
menabung. Kenapa? Oleh karena, uang Anda selalu habis tak berbekas. Maklum,
uang memang lebih enak dipakai daripada ditabung. Ya, kan? Jadi, daripada
ditabung di belakang setelah membelanjakan semua penghasilan Anda, kenapa
tidak mencoba untuk menabung di muka segera setelah Anda mendapatkan

penghasilan? Katakan saja Anda dapat penghasilan tiap tanggal 26 setiap bulan.
Cobalah menabung setiap tanggal 26, 27, atau 28 sebelum Anda memakai
penghasilan itu. “Loh, nanti penghasilan saya habis dong?” begitu mungkin kata
Anda. Ya biar saja, toh Anda sudah sisihkan dulu sebelum penghasilan itu dipakai,kan? “Lho, nanti uang untuk biaya hidup saya dan keluarga berkurang dong?”
Hallah, kalaupun penghasilan Anda naik, toh penghasilan itu akan habis juga,
kan? Jadi, sebelum habis, kenapa Anda tidak selamatkan dulu sebagian, daripada
nabungnya di belakang terus habis? Ya nggak?

2. Minta tolong kantor yang memotongnya untuk Anda. Pada beberapa kasus,
Anda mungkin bisa minta tolong kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda
dan melakukan proses menabungnya buat Anda.
Saya kasih contoh, kalau Anda punya investasi di reksadana, pembelian reksadana
tersebut harus dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening bank custodian mereka. Nantinya uang itu oleh mereka dibelikan unit reksadana. Disini, Anda bisa meminta kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda di muka dan melakukan proses transfer itu sehingga Anda tidak perlu lagi repot-repot melakukan proses menabung. Toh, Anda tetap menabung di muka, kan? Pertanyaannya sekarang, memang bisa kantor melakukannya? Bisa dong. Cuma, Anda harus ngomong dulu ke mereka. Wong kalau anda punya utang ke kantor saja cara pengembalian yang mereka minta adalah dengan sistem potong gaji, kan? Kalau mereka bisa memotong gaji Anda untuk menutupi utang yang mereka berikan buat Anda, apalagi kalau Anda cuma minta kantor melakukan proses menabung buat Anda? All you have to do is just ask….

3. Pakai celengan. Eit, jangan kaget, yang namanya celengan itu tidak selalu buat anak kecil, tapi juga untuk orang dewasa. Bedanya adalah apa yang Anda celeng. Kalau anak kecil nyeleng koin, entah seratus, lima ratus, atau seribu, Anda bisa nyeleng-katakan-lembaran dua puluh ribu rupiah. Lho, bagaimana caranya?
Gampang: setiap kali Anda mendapatkan lembaran uang dua puluh ribu rupiah,
tetapkan tekad: JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG ITU UNTUK BELANJA. Langsung saja masukkan ke celengan. Jadi, setiap kali bertemu lembaran uang dua puluh ribu, langsung dicelengin. Setiap kali bertemu lembaran dua puluh ribu, celeng lagi. Begitu seterusnya. Anda akan kaget begitu tahu berapa jumlah yang bisa Anda kumpulkan di akhir bulan. Misalnya, Anda belanja barang senilai Rp.15.000,- dengan menggunakan lembaran uang Rp.50.000,-. Berarti, Anda akan punya kembalian sebesar Rp.35.000,-, yang terdiri atas selembar dua puluh ribu dan tiga lembar lima ribu. Nah, celengin deh uang dua puluh ribu Anda. Anda toh sudah menetapkan tekad sebelumnya untuk tidak memakai lembaran dua puluh ribu itu, kan?
Sekarang, untuk membentuk aset dan bisa menjadi kaya, apakah semuanya harus
bergantung pada kemampuan Anda dalam menyisihkan penghasilan? Sebenarnya, ada
lagi yang menentukan, yaitu seberapa bergunanya harta yang sudah Anda kumpulkan
dan miliki sepanjang hidup Anda.

Untuk itu, kita akan membicarakannya pada kiat pertama setelah ini, yang akan
disusul dengan kiat-kiat lain yang berguna buat Anda dalam mengelola kekayaan.

bersambung

Jum’at……….. depan

Sumary : Kiat kiat mengelola dana yang telah kita kumpulkan agar cepat bertambah….

Read Full Post »

Older Posts »