Feeds:
Artikel
Komentar

Archive for Oktober 12th, 2010

Sekitar 45 kaki di bawah permukaan samudera, terbentang sebuah pemakaman lengkap dengan pintu gerbang, prasasti nisan dan bahkan tempat duduk.

Itulah Neptune Memorial Reef yang dibuka pada musim gugur lalu di Miami, Florida.

Menurut para penciptanya ini adalah sebuah tempat peristirahatan terakhir yang sempurna bagi mereka para pecinta laut.

Mereka berharap kelak tempat pemakaman ini bisa diperluas menjadi 16 akre dan memiliki ruangan untuk menampung 125.000 jenazah.

“”Pemakaman ini sama bagusnya dengan gagasan itu sendiri,” ujar Gary Levine, seorang penyelam yang kini menjadi pemegang saham perusahaan yang mengelola pemakaman bawah laut ini.”

Neptune Memorial Reef terletak di areal laut terbuka, kira-kira 5 km di lepas pantai Key Biscayne. Ini berarti setiap penyelam yang memiliki sertifikat boleh mengunjunginya.

Untuk sementara ini, pemakaman bawah laut ini hanya diperuntukan bagi 850 jenazah. Abu-abu yang bercampur dengan semen dirancang untuk penggunaan bawah air dan sesuai dengan cetakan.

Sebuah prasasti nisan terbuat dari tembaga dan perunggu dipasangkan lengkap dengan nama orangnya, kapan dia lahir dan wafatnya. Ada juga sebaris pesan di bawahnya.

Bahkan jenazah seorang penyelam tua Bert Kilbride (90 tahun) yang menyebut dirinya “The Last Pirate of the Caribean” ditempatkan di atas sebuah pilar di pintu gerbang utama tempat pemakaman ini, disebabkan kontribusinya terhadap dunia kelautan.

Kilbrid diakui sebagai penyelam Kuba tertua menurut Guinness Book of World Records. Nah, bagi siapa saja yang ingin dimakamkan disini harus mengeluarkan kocek sebesar $995 hingga $6.495.

Sumber : Loveonenight

Read Full Post »

Sebuah masjid di Kenya mengadopsi sebuah teknologi modern untuk ‘menghentikan’ suara dering ponsel selama kegiatan sholat berlangsung demi memberikan suasana nyaman dan tenang dalam beribadah.

“Teknologi telah melampaui batas waktunya namun waktu tidak pernah menjadi lebih baik,”kata Syaikh Ahmad Hussein Kidiye – imam dari masjid Ibnul Qayyim kepada IOL.

“Ini adalah sebuah pengembangan yang dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dan ini adalah jawabannya.”

Sebuah alat yang berfungsi sebagai penghalang sinyal ponsel di tanam di dalam dinding putih masjid Ibnul Qayyim yang berlokasi di jantung kota Garissa di wilayah timur laut Kenya yang mayoritas umat Islam.

Alat tersebut dibuat oleh sebuah perusahaan China yang dapat menghentikan dering ponsel antara radius 5-20 meter.

Masjid-masjid besar memerlukan banyak instrumen alat tersebut.

Alat ini dirancang untuk masjid, hotel, gereja, ruang rapat dan tempat-tempat terbatas lainnya.

Dengan menara tingginya yang bertembok keputih-putihan, masjid Ibnul Qayyim menjadi masjid pertama yang menerapkan teknologi baru ini.

Untuk masjid ini dan banyak masjid lainnya, banyak orang yang merasa tidak nyaman sewaktu sholat berlangsung terganggu oleh suara dering ponsel.

Semenjak masuknya teknologi telpon seluler di wilayah yang miskin ini pada tahun 2002, imam masjid harus berurusan dengan gangguan dering ponsel di dalam masjid sewaktu pelaksanaan sholat ataupun khutbah.

“Ponsel membawa banyak persoalan di dalam masjid, terkadang anda dapat mendengar suara musik yang keras dibelakang ,” catat Syaikh Kidiye .

“Untuk waktu lama, masalah ini menjadi persoalan serius yang mengganggu pikiran kita.”

Hal ini akhirnya membawa para pemuka agama untuk mencari solusi dari kebisingan suara dering ponsel.

Beberapa masjid menerapkan hukuman termasuk membayar denda bagi jamaah yang membiarkan dering ponselnya berbunyi sewaktu sholat.

Tetapi di suatu daerah yang hancur oleh kemiskinan dan iklim yang membakar yang berakibat terjadinya kekeringan seperti sengatan ular, pembayaran denda bagi yang melanggar aturan tersebut menjadi sesuatu yang susah untuk dilaksanakan.

“Banyak penduduk yang miskin yang tidak mampu untuk membayar denda, sehingga kami harus mencari alternatif lain,” kata Syaikh Abdullahi Abdi imam di masjid Towba kota Wajir.

“Teknologi terbaru ini merupakan suatu terobosan baru,” kata Syaikh Kidiye menegaskan.

“Seorang muslim yang merupakan jamaah saya membantu kami tepat pada waktunya dengan membelikan instrumen mesin baru tersebut dari Dubai seharga 300 Dollar AS.”

Peningkatan Kualitas Ibadah Sholat

Dan setelah alat itu dipasang di masjid, waktu pelaksanaa sholat bersih dari suara bising bunyi dering ponsel,” Imam tersebut menjelaskan.

“Sejak kami memulai menggunakan mesin baru untuk merintangi sinyal jaringan ponsel di dalam masjid, astmosfir sholat kami menjadi lebih meningkat,” kata imam Kidiye.

“Kami sejauh ini menikmati keheningan dengan konsentrasi yang penuh untuk melaksanakan sholat.”

“Kami sekarang menikmati suasana baru, setidaknya kami telah terlepas dari bisingnya suara dering ponsel yang terkadang memainkan suara musik yang keras di shaf depan masjid,” kata Muhammad Abdi seorang jamaah masjid kepada IOL.

Teknologi baru ini disambut dengan gembira oleh para pemuka agama dan umat Islam di seluruh wilayah ini.

“Kami tidak bisa menunggu untuk melihat alat ini terpasang di masjid-masjid lain karena alat ini sangat penting dan berguna, ketika semua orang membawa ponsel ke dalam masjid,” kata Umar Haji Khalif seorang jamaah dari masjid Ibnul Qayyim.

“Ini berarti ada kebutuhan mendesak untuk melihat semua masjid terpasang alat ini.”

Para imam telah meminta umat Islam untuk mengumpulkan uang untuk membeli alat penghalang sinyal jaringan ponsel yang akan digunakan di masjid-masjid.

“Beberapa masjid sudah mengumpulkan uang untuk membeli alat tersebut dari Dubai, artinya beberapa bulan mendatang banyak masjid yang akan mengikuti langkah kami,” catat imam Kidiye

Read Full Post »

Eksperimen Philadelphia

Eksperimen Philadelphia adalah sebuah percobaan rahasia bersejarah yang dilakukan oleh militer Amerika di Philadelphia Naval Shipyard yang terletak di Philadelphia, Pennsylvania.

Percobaan rahasia ini berlangsung pada pertengahan Perang Dunia II pada 28 Oktober 1943. Selama percobaan ini, Angkatan Laut Amerika Serikat mengawal kapal perang yang dikenal dengan nama Destroyer USS Eldridge yang akan digunakan sebagai percobaan agar kapal perang ini dapat tak terlihat saat berada di medan pertempuran.

Untuk waktu yang cukup lama, penelitian ini sebagian besar dianggap sebagai tipuan karena berfikir untuk membuat sesuatu objek menghilang atau tak terlihat seperti berlandaskan pada literatur fiksi ilmiah atau cerita fiksi ilmiah. Angkatan laut Amerika Serikat bersikukuh mengaku tak pernah melakukan percobaan ini. Menurut pihak Amerika, rincian cerita sangat bertentangan dengan fakta-fakta terkait kapal perang USS Eldridge. meskipun begitu, hal ini terus mengangkat teori konspirasi yang terus menerus berkembang. Meskipun percobaan Philadelphia tidak pernah akan dikonfirmasi, namun, masih cukup banyak spekulasi serta kritik dari berbagai kelompok.

Cerita ini memiliki berbagai versi yang berbeda karena tidak pernah ada bukti secara visual. Namun secara teori, hal ini dapat dilakukan melalui konsep atau teori medan terpadu yang dicetuskan oleh Albert Einstein. The Unified Field Theory bertujuan untuk menggambarkan secara matematika dan fisika yang berkaitan antara kekuatan yang terdiri dari radiasi elektromagnetik dan gravitasi, meskipun sampai saat ini, tidak ada teori tunggal telah berhasil mengungkapkan hubungan ini dalam istilah matematika atau fisika yang layak. Menurut laporan, diyakini bahwa Unified Field Teori ini memungkinkan membuat suatu objek agar menjadi tak terlihat.

Versi lain dari cerita ini mengusulkan bahwa para peneliti sedang mempersiapkan pengukuran magnetik dan gravitasi dari dasar laut untuk mendeteksi anomalinya, seharusnya didasarkan pada upaya Einstein untuk memahami gravitasi. Dalam versi ini ada juga terkait percobaan rahasia di Nazi Jerman untuk mencari antigravity, diduga dipimpin oleh SS-Obergruppenführer Hans Kammler.

Menurut cerita, ilmuan yakin bahwa beberapa teori dari cerita tersebut, memungkinkan Angkatan Laut Amerika untuk memanfaatkan generator elektronik besar yang bisa membelokan cahaya pada objek tertentu, sehingga, objek itu tidak dapat memantulkan cahaya ke mata manusia yang ada disekitarnya. Singkat kata, objek itu sebetulnya ada namun tak terlihat.

Menurut sebagian besar laporan, angkatan laut berhasil melakukan percobaan ini selama uji coba musim panas 1943. Selama tes pada tanggal 22 Juli 1983, diperkirakan angkatan laut berhasil membuat sebuah objek hampir sama sekali tak terlihat meskipun dalam laporan tersebut, menyebutkan bahwa areal sekitar objek yang menghilang tersebut muncul seperti kabut yang berwarna hijau.

Namun, setelah objek tersebut dibawa untuk menjadi terlihat lagi, ada banyak benda-benda atau anomali di sekitar kapal termasuk orang-orang mereka yang tertanam di sisi lobang dan struktur kapal lainnya.

Karena kejadian yang sangat kontroversial tersebut, akhirnya pemerintah mengklasifikasikan kejadian ini sebagai Top Secret. Selain itu beberapa komunitas ilmiah menganggap belum ada konfirmasi dari teori medan terpadu yang diterapkan sehingga seharusnya tidak membuktikan kejadian itu sama sekali.

NAMUN, coba lihat sebuah artikel yang berjudul “Ilmuan Akan Mewujudkan Jubah Gaib.” Para peneliti di Imperial College mengatakan pakaian seperti itu bisa segera jadi kenyataan. Mereka berharap bisa membuat jubah dari bahan baru yang dapat memanipulasi cahaya.

Biasanya, ketika cahaya menimpa sebuah obyek, maka akan memantul di permukaannya dan masuk ke mata dan membuat obyek terlihat.

Jubah yang tembus pandang itu terbuat dari ‘materi- meta’ yang bekerja dengan ‘meraih terus-menerus gelombang cahaya dan membuat mereka mengalir dengan lancar di sekeliling obyek, seperti air di sungai yang mengaliri putaran tongkat.

Meletakkan jubah di atas akan membuat pemakainya tak terlihat oleh mata manusia.

Tim di Imperial College mengatakan materi-meta itu bisa memiliki berbagai aplikasi lain, termasuk membuat mikroskop super sensitif atau untuk sensor keamanan bandara yang bisa melihat sejumlah kecil bahan kimia.

Sir John Pendry pemimpin proyek yang didanai oleh Trust dan Leverhulme akan mengerjakan bersama dengan University of Southampton. “Kami telah menunjukkan Jubah Gaib optik secara teori. Tantangan besar sekarang adalah untuk membangunnya.”

Coba kita bandingkan dengan teori medan terpadu yang juga berkonsep sama yaitu memantulkan cahaya yang datang ke objek sehingga objek tersebut tidak memantulkan cahaya sama sekali ke mata organisme.

Bagaimana menurut Anda? Silahkan Anda simpulkan sendiri apa yang sebetulnya telah terjadi dan mungkin yang Anda pikirkan sama seperti yang Saya pikirkan. Sampai kapanpun, misteri ini tidak akan pernah terungkap

Sumber : oneheart

Read Full Post »

Bahasa memainkan peran besar dalam kehidupan setiap orang, meskipun kadang kita tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Bahasa adalah alat berkomunikasi yang nyata dibutuhkan. Bayangkan jika di dunia tidak ada bahasa, atau anda tidak menguasai sebuah bahasapun, atau semua orang disekitarmu berbahasa asing semua — hanya anda yang mengerti bahasa anda sendiri di dunia ini!.

PBB menyatakan bahwa rata-rata, sebuah bahasa lenyap setiap dua minggu. Di seluruh dunia, hampir 6.000-an bahasa terancam kepunahan. Bahasa ini dengan cepat menghilang karena alasan seperti mereka memakai bahasa tersebut mati, kemudian juga telah terintegrasi dengan bahasa lain. Faktanya bahwa ada bahasa-bahasa yang lebih menonjol daripada yang lain, dan di dunia sekarang ini orang memandang penting untuk mempelajari bahasa populer lainnya, sehingga melupakan bahasa aslinya. Sangat ngeri membayangkan bahwa kematian sebuah bahasa berarti kematian suatu budaya.
Dari 10 bahasa paling langka dan terancam punah dari seluruh dunia, tahukah anda bahwa bahasa yang hampir punah ini juga ada di Indonesia :

10. Chamicuro (Chamekolo, Chamicolo, Chamicura)
Seluruh dunia hanya ada 8 orang yang berbicara Chamicuro, menurut sebuah studi 2008. Bahasa ini umumnya digunakan di Peru dan saat ini dianggap kritis, karena sebagian besar dari orang-orang yang berbicara bahsa ini sudah tua-tua. Tidak ada lagi anak yang berbicara Chamicuro karena daerah ini telah menggunakan bahasa Spanyol sebgai bahasa harian mereka. Namun, mereka yang berbicara bahasa ini mampu mengembangkan sebuah kamus istilah mereka. Jika Anda ingin tahu bagaimana mengatakan beberapa hewan di Chamicuro, gunakan ini: kawali (kuda,) polyo (ayam,) Pato (bebek,) katujkana (monyet,) ma’nali (anjing,) mishi (kucing,) waka (sapi.)

9. Dumi (Dumi Bo’o, Bro Dumi, Lsi Rai, Ro’do Bo ‘, Sotmali)
Dumi, biasanya digunakan di daerah dekat sungai Tekan dan Rava, Nepal. Juga diucapkan di wilayah pegunungan Kabupaten Khotang yang terletak di Nepal timur. Ini adalah bahasa Kiranti, bagian dari rumpun bahasa Tibeto-Burman. Dengan hanya 8 orang berbicara itu di tahun 2007, bahasa ini dianggap kritis dan terancam punah.

8. Ongota / Birale
Pada tahun 2008, bahasa Ongota hanya dipakai oleh 6 orang penutur asli, semuanya sudah berusia lanjut. Hal ini membuat bahasa ini kritis dan terancam punah. Namun, tidak seperti kebanyakan bahasa yang menghilang, sebenarnya ada seorang profesor di Universitas Addis Ababa di Ethiopia yang melakukan studi bahasa Ongota. Dia menyimpulkan bahwa bahasa ini mengikuti struktur subyek, obyek, dan kata kerja. Ongota adalah bahasa Afro-Asia yang diucapkan di Ethiopia di tepi barat Sungai Weito di sebuah desa kecil.

7. Liki (Moar)
Liki adalah bahasa kritis yang diucapkan di luar kepulauan pantai utara Sarmi, Kabupaten Jayapura, dan Kecamatan Sarmi (?) , yang semuanya berada di Indonesia. Pada tahun 2007, studi menunjukkan bahwa hanya 5 orang berbicara bahasa tersebut. Di masa lalu, bahasa ini dituturkan oleh para pejabat gereja lokal yang tinggal di wilayah tersebut. Bahasa ini berasal dari gabungan bahasa Austronesia, Malayo-Polynesia, Timur Tengah, Timur Malayo-Polynesia, Kelautan, Barat Kelautan, North New Guinea, Sarmi-Jayapura Bay, dan Sarmi.

6. Tanema (Tanima, Tetawo)
Di Kepulauan Solomon, bahasa Tanema ini pernah digunakan di tempat-tempat seperti Pulau Vanikolo, Temotu Propinsi dan di sebuah desa Emua. Saat ini, bahasa ini hanya dituturkan oleh 4 orang saja menurut penelitian pada tahun 2008. Tanema adalah bahasa campuran Austronesia dan juga Melayu-Polinesia Tengah-Timur, dan Kelautan. Banyak dari mereka yang pernah berbicara Tanema telah beralih ke bahasa Pijin atau Teanu, keduanya merupakan bahasa yang sangat populer di kawasan ini. Ingin belajar bahasa Tanema? Cobalah: wekini (untuk mengaktifkan), laro (berenang), la vamora (untuk bekerja), dan la munana (untuk berbaring.)

5. Njerep
Njerep Bantoid adalah bahasa yang diucapkan di Nigeria. bahasa ini pernah diucapkan di Kamerun tapi tidak lagi. Sekarang yang paling umum digunakan di dekat Mambila. Saat ini, bahasa Njerep telah digantikan oleh Mambila dengan dialek berbeda seperti Ba dan Mvop. Hanya ada 4 orang yang masih berbicara Njerep menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2007. Mereka yang berbicara dengan bahasa ini sudah berusia lanjut, sehingga dalam beberapa saat bahasa ini kemungkinan besar akan punah.

4. Chemehuevi
Chemehuevi, bahasa ini digunakan oleh Ute, Colorado, Southern Paiute, Utah, Arizona utara, bagian selatan Nevada, dan di Sungai Colorado, California. Sedangkan suku Chemehuevi meskipun masih ada namun jumlah orang yang fasih berbahasa ini sulit ditemukan. Sebuah studi pada tahun 2007 menunjukkan bahwa hanya 3 orang sepenuhnya berbicara bahasa ini dan semuanya orang dewasa. Jika Anda ingin membicarakan hal-hal alam di Chemehuevi, coba kata-kata seperti kaiv (gunung), hucip (laut), mahav (pohon), dan tittvip (tanah / tanah).

3. Lemerig (Pak, Bek, Sasar, Leon, Lem)
Bahasa yang digunakan di Vanuatu, sebuah pulau yang terletak di bagian selatan Samudra Pasifik sekitar 1.000 kilometer sebelah timur Australia bagian utara, Lemerig menduduki peringkat 3. Lebih khusus, bahasa ini dituturkan di Pulau Lava Vanua. Bahasa yang hanya memiliki dua orang yang bisa berbicara lancar, menurut penelitian tahun 2008. Lemerig terdiri dari setidaknya empat dialek berbeda, yang semuanya mungkin sudah punah.

2. Kaixana (Caixana)
Kaixana adalah salah satu bahasa yang terancam punah kritis banyak yang ada saat ini. bahasa ini pernah digunakan di dekat tepi Sungai Japura, yang terletak di Brasil. Seiring waktu, pemukim Portugis mengambil alih wilayah itu. Pada satu ketika, hampir 200 orang berbicara dalam bahasa tersebut. Tapi, sebuah studi tahun 2006 menunjukkan bahwa hanya tinggal satu orang masih berbicara Kaixana, sehingga terancam kritis dan ditakdirkan untuk menjadi punah.

1. Taushiro (Pinche / Pinchi)
Taushiro, bahasa asli Peru, diucapkan di kawasan Sungai Tigre, Aucayacu Sungai, yang merupakan anak sungai Ahuaruna. Dikenal sebagai bahasa isolat, yang berarti tidak memiliki hubungan nyata dengan bahasa lain. Mereka yang berbicara bahasa ini biasanya hanya berhitung sampai sepuluh, menggunakan jari mereka. Sebagai contoh, untuk mengatakan “satu” di Taushiro, Anda akan berkata washikanto. Untuk mengatakan nomor di atas 10, Anda akan berkata “ashintu” dan menunjuk ke jari kaki Anda. Pada tahun 2008, sebuah studi yang dilakukan pada bahasa Taushiro menyimpulkan bahwa hanya satu orang yang lancar berbahsa ini. Bahasa ini telah terdaftar sebagai bahasa yang hampir punah.

Sumber : Thedanc

Read Full Post »

Hampir semua orang Indonesia makan telur, ada yg digoreng ceplok, dadar, setengah mateng, disambel balado, dll.

Memasak telur pun juga praktis, modal telur, mentega, sama garem juga dah jadi. Atau direbus dengan air ditambah indomie

Tapi pasti udah tau, klo telur itu gak boleh dimasak pake microwave karena bisa meledak  Kenapa bisa begitu?

Cara kerja microwave yaitu dengan cara memancarkan gelombang radio berfrekuensi 2,5 Ghz. Sifat gelombang radio dalam wilayah frekuensi ini sangat menarik karena dapat diserap oleh air, gula dan lemak, namun tidak dapat diserap oleh plastik, gelas dan keramik. Pada saat diserap, hal ini menyebabkan pergerakan atom2 yang kemudian menimbulkan panas.

Cara kerja gelombang radio pada microwave memanaskan makanan yaitu dengan cara menembus secara merata ke dalam makanan yang kemudian menyebabkan air dan molekul lemak di dalam makanan bergerak sampai timbul panas.

Namun gelombang radio pada microwave tersebut tidak dapat menembus secara merata untuk makanan berkulit tebal (tidak bisa sampai ke dalam), contohnya, telur. Menurut fisikawan di University of Aberdeen, Inggris, Jim Hutchison, telur yg dipanaskan dalam microwave bisa mencapai temperatur yang lebih tinggi dibanding dengan telur yang direbus di dalam air pada 100 derajat Celsius. Ketika telur dipanaskan, suhu akan menaik, sehingga air di dalam telur, terutama di albumen putih, akan mengeluarkan gas (walaupun putih telur ini adalah albumen yang paling padat).

Jika tekanan di dalam telur melebihi kekuatan cangkangnya, telur akan meledak. Walaupun cangkang telur memiliki lapisan yang tebal, tapi cangkang ini mudah pecah. “Itu sebabnya ada beberapa cangkang telur yg retak ketika Anda sedang merebusnya dalam air, tetapi dalam microwave tidak ada yang mengendalikan panasnya, ” kata Hutchison kepada New Scientist.

Jadi sebenarnya memang tidak bisa memanaskan telur utuh dalam microwave.

Tapi jika tetap ingin melakukannya, maka agan harus menusuk telur hingga ke bagian kuning telurnya. Lubang kecil yang ada akan menjadi lubang untuk panas keluar sehingga telur tidak lagi meledak. (repot banget yah )

Sumber :

Read Full Post »

Para peneliti kini 99 persen yakin bahwa peristiwa kehancuran massal di Bumi terjadi secara reguler, seteratur jarum jam berputar. Begitulah temuan para ilmuwan dari Universitas Kansas dan Smithsonian Institute di Amerika Serikat setelah mereka memetakan semua armagedon sejak 600 juta tahun yang lalu.

Astrofisikawan dari Universitas Kansas, Dr. Adrian Melott, dan palaeontologis dari Smithsonian Institute, Dr. Richard Bambach, mengungkapkan dalam kurun waktu itu kiamat di Bumi terjadi setidaknya tiap 27 juta tahun sekali.
Dan penyebab kiamat mendatang, menurut para peneliti itu, ternyata bukanlah pemanasan global.

SO What ??

Planet kita selalu melintasi hujan komet tiap 27 juta tahun, dan ternyata sangatlah jarang Bumi berhasil lolos dengan selamat. Selama 20 kali melewati cobaan maut itu, Bumi hanya berhasil lolos dari lubang jarum dan mempertahankan sebagian besar organisma biologis yang hidup di atasnya, sebanyak enam kali saja.

Yang paling terkenal adalah bencana dahsyat 65 juta tahun lalu, saat asteroid selebar 15 kilometer menghantam Bumi–di titik yang sekarang merupakan wilayah Meksiko–dengan kekuatan miliaran kali bom atom dan lalu menyapu habis Dinosaurus dari muka Bumi.

Lebih celaka lagi, periode putaran kiamat ini tak akurat betul. Terkadang, asteroid-asteroid menghantam semua makhluk hidup di muka bumi, 10 juta tahun lebih cepat dari yang semestinya.

Dont Panic

Ini menyangkut Nemesis, bintang kembar gelap dari matahari. Selama ini, Nemesis selalu dituding jadi biang keladi. Teori umumnya begini: tiap 27 juta tahun sekali, Nemesis melintasi sabuk raksasa debu dan es yang disebut awan Oort, dan gara-gara itu lalu melontarkan komet-komet ke Bumi.
Sekarang, para ilmuwan mengatakan: karena skenario kiamat terjadi secara begitu reguler, Nemesis tidaklah mungkin jadi penyebab utama karena orbitnya akan mengalami perubahan dalam kurun waktu sebegitu lama.

Tapi, ini bukan berarti bahwa Nemesis–yang terletak sekitar satu tahun cahaya dari matahari–tidak akan lagi menyemburkan komet-komet awan Oort-nya ke seantero galaksi kita. Sekarang ini, komet-komet itu sedang menghajar planet-planet lain di luar Bumi.

Kapan neh Kiamat ????

Jadi, karena armagedon terakhir terjadi 11 juta tahun lalu, maka berdasarkan teori ini, Bumi baru akan kiamat pada tahun 16.002.010–bukan dua tahun mendatang, seperti yang difilmkan Roland Emmerich di “2012.”

Sumber : Vivanews

Read Full Post »

Takut Kehilangan Uang Cekidot

Sebuah studi para ahli dari California, Amerika Serikat, belum lama ini berhasil menemukan bagian otak yang memicu ketakutan akan kehilangan uang. Dalam laporan riset yang dipublikasikan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences , para ahli mengidentifikasi daerah otak yang disebut amygdala bertanggung jawab atas perilaku seseorang saat mempertaruhkan sesuatu. Ketika amygdala ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, seseorang cenderung berani mengambil risiko sangat besar. Amygdala merupakan bagian otak yang terdiri dari dua jaringan sebesar kacang almond. Bagian ini dikaitkan dengan perasaan dan persepsi ketakutan dan kemampuan untuk berempati. Temuan ini, kata peneliti, menawarkan pemahaman mengenai perilaku ekonomi dan menunjukkan bahwa manusia berkembang untuk bersikap hati-hati mengenai prospek kehilangan makanan atau harta lain yang berharga. Penulis riset ini, Benedetto De Martino dari California Institute of Technology di Pasadena dan University College of London menyatakan penelitian ini dapat menjelaskan mengapa orang akan menolak bertaruh walaupun ada peluang menghasilkan kemenangan. “Bukti laboratorium dan kenyataan menunjukkan, orang sering menghindari risiko kehilangan bahkan ketika mereka mungkin memperoleh hasil yang lebih besar, pilihan perilaku yang disebut ‘keengganan terhadap kerugian’,” kata peneliti. “Bayangkan Anda sedang dalam acara Who Wants to Be a Millionaire. Anda baru saja menjawab pertanyaan senilai 500,000 dollar dengan benar dan dihadapkan pada pertanyaan terakhir. Anda memiliki peluang 50:50 namun tak tahu jawabannya.. Jika Anda benar, akan menang 1 juta dollar; jika salah kembali ke nilai uang 32.000. Mayoritas orang akan mengambil opsi menyerah dan pulang ke rumah dengan uang senilai 500.000, ungkapnya. Benedetto De Martino mengamati dua perempuan yang mengidap kelainan genetika langka yang disebut penyakit “Urbach-Wiethe”. Para peneliti itu membandingkan reaksi kedua perempuan tersebut dengan 12 orang yang otaknya normal. Menurut Benedetto, studi seperti itu biasanya hanya melibatkan sedikit orang karena tak mungkin atau tidak etis untuk secara sengaja merusak otak seseorang untuk melihat apa yang terjadi. Dalam studi itu, para relawan diminta ikut taruhan, kondisi mereka mungkin menang 20 dolar atau kalah 5 dolar — risiko yang tentu diambil oleh kebanyakan orang– atau akan menang atau kalah 20 dolar, kondisi yang akan ditolak oleh kebanyakan orang. Kedua pasien dengan kerusakan amygdala itu malah tanpa rasa khawatir memasang taruhan sebesar 50 dolar AS. “Kami kira ini memperlihatkan bahwa amygdala sangat penting dalam memicu rasa hati-hati ke arah penetapan taruhan saat orang mungkin kalah,” kata Colin Camerera dari University College London yang juga terlibat dalam riset. “Amygdala yang berfungsi penuh tampaknya membuat kita lebih berhati-hati. Kita sudah mengetahui bahwa amiglada terlibat di dalam proses kekhawatiran, dan itu tampaknya juga membuat kita ‘takut’ menghadapi risiko kehilangan uang,” ungkap anggota peneliti lainnya, Ralph Adolphs.

Sumber :

Bagian Otak YangTakut Kehilangan Uang

Sebuah studi para ahli dari California, Amerika Serikat, belum lama ini berhasil menemukan bagian otak yang memicu ketakutan akan kehilangan uang.

Dalam laporan riset yang dipublikasikan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences , para ahli mengidentifikasi daerah otak yang disebut amygdala bertanggung jawab atas perilaku seseorang saat mempertaruhkan sesuatu.

Ketika amygdala ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, seseorang cenderung berani mengambil risiko sangat besar.

Amygdala merupakan bagian otak yang terdiri dari dua jaringan sebesar kacang almond. Bagian ini dikaitkan dengan perasaan dan persepsi ketakutan dan kemampuan untuk berempati.

Temuan ini, kata peneliti, menawarkan pemahaman mengenai perilaku ekonomi dan menunjukkan bahwa manusia berkembang untuk bersikap hati-hati mengenai prospek kehilangan makanan atau harta lain yang berharga.

Penulis riset ini, Benedetto De Martino dari California Institute of Technology di Pasadena dan University College of London menyatakan penelitian ini dapat menjelaskan mengapa orang akan menolak bertaruh walaupun ada peluang menghasilkan kemenangan.

“Bukti laboratorium dan kenyataan menunjukkan, orang sering menghindari risiko kehilangan bahkan ketika mereka mungkin memperoleh hasil yang lebih besar, pilihan perilaku yang disebut ‘keengganan terhadap kerugian’,” kata peneliti.

“Bayangkan Anda sedang dalam acara Who Wants to Be a Millionaire. Anda baru saja menjawab pertanyaan senilai 500,000 dollar dengan benar dan dihadapkan pada pertanyaan terakhir.

Anda memiliki peluang 50:50 namun tak tahu jawabannya.. Jika Anda benar, akan menang 1 juta dollar; jika salah kembali ke nilai uang 32.000. Mayoritas orang akan mengambil opsi menyerah dan pulang ke rumah dengan uang senilai 500.000, ungkapnya.

Benedetto De Martino mengamati dua perempuan yang mengidap kelainan genetika langka yang disebut penyakit “Urbach-Wiethe”. Para peneliti itu membandingkan reaksi kedua perempuan tersebut dengan 12 orang yang otaknya normal.

Menurut Benedetto, studi seperti itu biasanya hanya melibatkan sedikit orang karena tak mungkin atau tidak etis untuk secara sengaja merusak otak seseorang untuk melihat apa yang terjadi.

Dalam studi itu, para relawan diminta ikut taruhan, kondisi mereka mungkin menang 20 dolar atau kalah 5 dolar — risiko yang tentu diambil oleh kebanyakan orang– atau akan menang atau kalah 20 dolar, kondisi yang akan ditolak oleh kebanyakan orang. Kedua pasien dengan kerusakan amygdala itu malah tanpa rasa khawatir memasang taruhan sebesar 50 dolar AS.

“Kami kira ini memperlihatkan bahwa amygdala sangat penting dalam memicu rasa hati-hati ke arah penetapan taruhan saat orang mungkin kalah,” kata Colin Camerera dari University College London yang juga terlibat dalam riset.

“Amygdala yang berfungsi penuh tampaknya membuat kita lebih berhati-hati. Kita sudah mengetahui bahwa amiglada terlibat di dalam proses kekhawatiran, dan itu tampaknya juga membuat kita ‘takut’ menghadapi risiko kehilangan uang,” ungkap anggota peneliti lainnya, Ralph Adolphs.

Sumber : saturasabersama

Read Full Post »

Older Posts »