Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2007

Iklan

Read Full Post »

Madu Untuk Sakit Tenggorokan

Sumber bahan pemanis selain gula adalah madu. Cairan kental dan manis ini juga kerap digunakan sebagai olesan untuk roti dan juga penambah rasa pada berbagai makanan. Madu juga memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh. Madu dihasilkan oleh lebah madu (Apis mellifera). Cairan manis yang dikeluarkannya didapat dari nektar bunga dan tepung sari. (Nektar adalah cairan manis yang terdapat pada bunga yang biasa diserap lebah, merupakan bahan utama untuk madu.) Untuk menghasilkan satu kilogram madu sekitar seribu ekor lebah harus mendatangi sekitar lima juta bunga. Nektar yang dibawa pulang oleh lebah diolah menjadi madu dalam sarangnya.


Komponen utama madu adalah dekstrosa dan levulosa. Madu berkadar kalium, besi, dan mineral lain yang lebih tinggi daripada gula. Madu tak disukai semut karena diduga madu mengandung zat penolak semut. Karena madu berasal dari berbagai jenis nektar bunga, maka kandungan, susunan, dan penampilan madu berbeda-beda. Madu dari lebah yang diternakkan menghasilkan madu yang berkualitas lebih tetap karena pohon bunganya juga dibudidayakan. Bunga yang biasanya untuk lebah madu adalah dari jenis tanaman randu, kopi, cengkeh, lengkeng, apel, dan lain-lainnya. Namun, banyak orang yang menyukai madu yang berasal dari hutan. Sejak peradaban kuno madu dianggap sebagai minuman dewa dan menyebabkan panjang umur, bahkan kehidupan abadi.

 

Orang Mesir, Romawi, dan Yunani kuno menggunakan madu untuk kue, minuman, dan bumbu kue serta daging. Madu mengikat molekul air sehingga kue tak mengering dan mengeras bila dipanggang. Cairan ini juga digunakan dalam berbagai es krim dan puding. Dalam Islam juga dibahas tentang kegunaan madu dari lebah dengan khasiatnya. Seperti tertulis pada Al Qur’an surat An Nahl ayat 68-69, madu itu adalah syifa’ (penawar) kepada manusia. Di Eropa ada sistem pengobatan dengan menggunakan lebah dan madunya.

 

Sistem pengobatan itu dinamakan apitheraphy yang dirintis oleh Profesor Bernard Descottes dari Prancis. Madu di Indonesia tak mengkristal. Bila mengkristal, maka madu itu bisa saja dicampur gula. Namun, di negara subtropis madu yang mengkristal biasa ditemui. Ini disebut sebagai creamed honey. Khasiat yang dikandung madu antara lain sebagai antiradang dan sering digunakan untuk menyembuhkan sakit tenggorokan. Di samping itu, madu juga berkhasiat menyegarkan badan, menghilangkan lesu, letih, lelah, loyo, dan lemah. Para peneliti yakin, madu dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai luka termasuk luka bakar, bisul-bisul kaki, dan luka setelah operasi. Khasiat ini didapatkan dari kandungan hydrogen peroxide yang dapat membunuh kuman dan mencegah yang bakteri lain berkembang

Read Full Post »

Si Manis yang Menyehatken

Keluarlah dari perutnya (lebah) minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. (An-Nahl: 69)

Madu memiliki keistimewaan dibandingkan zat pemanis lainnya. Salah satu keunggulan madu dibanding pemanis lain adalah dapat langsung dikonsumsi setelah diambil dari sarangnya tanpa melalui proses pengolahan terlebih dulu. Hal ini dimungkinkan karena kandungan gula sederhana yang terdapat di dalamnya, yaitu glukosa dan fruktosa dengan kadar yang cukup tinggi. Berbeda dengan gula tebu yang harus diolah sebelum dikonsumsi.

Kandungan Madu
Gula sederhana merupakan komponen utama dalam gula darah, sehingga madu dapat langsung diserap tubuh tanpa membutuhkan proses pemecahan.
Total kalori yang dihasilkan madu tiap 100 gramnya adalah 294 kalori. Ini memang lebih kecil dibanding gula yang menghasilkan 364 kalori tiap gramnya. Namun hal ini bisa diabaikan jika melihat kandungan zat dan manfaat madu yang bersifat alami. Gula memerlukan proses pemecahan menjadi gula sederhana sebelum dimanfaatkan oleh tubuh. Jadi gula membutuhkan waktu dan tambahan energi dari tubuh sebelum diserap dan dimanfaatkan tubuh. Maka kita dapat menambahkan madu dalam pola makan sehari-hari sebagai ganti gula dan penyedia energi yang langsung dapat diserap oleh tubuh.
Madu memiliki kandungan gizi tinggi antara lain zat gula (glukosa dan fruktosa), asam amino, dan vitamin. Kandungan mineral dalam madu antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, zat besi, phosphor, mangan, dan sulfur. Kandungan vitaminnya antara lain thiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, piridoksin, dan asam askorbat.

Manfaat madu
Dilihat dari kandungan asam folatnya, madu sangat baik dikonsumsi ibu hamil. Asam folat merupakan nutrien penting bagi pertumbuhan janin. Kekurangan asam folat pada masa awal kehamilan dapat menyebabkan bayi yang lahir beresiko besar mengalami cacat bawaan pembuluh syaraf.
Madu yang diberikan kepada bayi yang telah makan dan minum selain ASI, dapat memacu pertumbuhan sel darah merah dan otaknya. Madu juga baik bagi pertumbuhan gigi bayi. Karena, madu mengandung antibiotika yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.
Kandungan mineral dalam madu bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi yaitu sebagai anti bakteri yang ada di mulut, menjaga kekuatan enamel dan dentin. Madu bermanfaat juga untuk obat turun panas, mengurangi rasa mual, gangguan pencernaan, mencegah radang usus besar, sariawan, gatal-gatal, gigitan serangga, untuk mata bintiten dan untuk menjaga kesehatan mata.
Berdasarkan penelitian:
– Madu yang mengandung asam folat dapat menurunkan resiko kanker rahim dan penyakit jantung. Asam folat ini juga dibutuhkan dalam metabolisme lemak, metabolisme kolesterol, dan sistem kekebalan tubuh.
Madu dapat dipergunakan sebagai obat penyakit hati (lever) dan hepatitis. Glukosa yang terkandung di dalamnya menghasilkan hidrat arang putih dalam hati manusia yang membantu kerja hati sebagai penyaring dan pelawan racun, bakteri dalam, serta menjaga daya tahan tubuh dari infeksi.
Wallahu a’lam.
*)dari berbagai sumber

Read Full Post »

Membiasakan Minum Air Putih dan Madu

Untuk membuat badan sehat dan terhindar dari penyakit, banyak cara yang bisa ditempuh. Yang utama adalah pengaturan pola dan menu makan, serta kebiasaan hidup yang baik. Bagi ahli pengobatan alternatif dari Solo, Danardono BSc, mengonsumsi madu dan banyak minum air putih menjadi salah satu upayan untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan terbebas dari penyakit.

Menurutnya, air putih berfungsi untuk pengurasan atau pencucian perut. Selain itu, juga bisa untuk meminimalkan timbunan kolesterol dalam tubuh. ”Air putih juga berfungsi untuk menjaga kestabilan tubuh. Makin banyak minum air putih maka akan baik bagi kesehatan. Minimal 10 gelas per hari,” katanya.

Konsumsi air putih yang banyak, ujar Danardono, juga bisa untuk melarutkan kencing batu. ”Karena itu, setiap kali bepergian saya biasanya membawa air minum dalam botol. Jika sewaktu-waktu saya haus, tinggal minum,” imbuhnya. Madu, ujarnya, juga sangat baik untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Sebab, madu bisa untuk mengatur suhu dalam tubuh. ”Dengan suhu badan yang teratur, tubuh tidak gampang terkena penyakit. Juga tidak mudah letih atau capai meski bekerja keras,” paparnya.

Danardono yang berprofesi sebagai PR (public relations) Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo ini menuturkan, khasiat madu yang lainnya adalah memperlancar peredaran darah. Alhasil, jantung pun berdenyut dengan ritme teratur. ”Kalau seperti itu, kita tidak akan gampang kena flu dan masuk angin,” jelas bapak satu anak ini.

Selain banyak minum air putih dan mengonsumsi madu, imbuh Danardono, untuk membuat tubuh sehat juga harus mengindari makanan yang bisa menimbulkan berbagai penyakit. Yang bagus dikonsumsi antara lain tempe karena bisa menetralkan racun dalam perut, tahu, sayuran dan buah-buahan. Sedangkan konsumsi daging sebisa mungkin dihindari. Konsumsi udang yang berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan. Sebab bisa menimbulkan keracunan. ”Makanan yang tidak terkontrol akan gampang mendatangkan penyakit. Misalnya, makanan yang banyak mengandung lemak dan kolesterol,” paparnya.

Stres, kata Danardono, juga perlu untuk dihindari. Orang yang mengalami stres biasanya yang diserang terlebih dahulu adalah bagian perut. Tak heran jika yang bersangkutan kemudian merasa sebah, sakit perut, atau mencret. Biasanya orang yang stres karena berbagai permasalahan menjadi lupa makan. ”Karena lupa makan itulah yang terserang perutnya. Karena itu, sebisa mungkin hindari stres. Caranya sebenarnya mudah, yaitu nrimo atau menerima setiap keadaan dengan lapang dada,” urainya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara rasa dan pikir. Rasa tanpa pikir akan menimbulkan nafsu dalam segala hal, termasuk nafsu makan yang tidak terkendali. Sedangkan pikir tanpa rasa akan menimbulkan berbagai tindak penyimpangan, baik tindak kejahatan maupun perilaku menyimpang lainnya.

Pasien yang datang kepadanya menderita jantung, stroke, flek paru-paru, patah tulang, asma, bronkitis, penyakit kehamilan, dan belum punya keturunan. Ketika menyembuhkan pasien, ia menekankan sugesti untuk sembuh. ”Kalau sugesti untuk sembuh besar, maka Insya Allah penyakitnya cepat sembuh. Demikian pula sebaliknya. Sugesti inilah yang saya tanamkan kepada para pasien,” kata Danardono

Read Full Post »

Madu Untuk sakit gigi

Sumber bahan pemanis selain gula adalah madu. Cairan kental dan manis ini juga kerap digunakan sebagai olesan untuk roti dan juga penambah rasa pada berbagai makanan. Madu juga memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh. Madu dihasilkan oleh lebah madu (Apis mellifera). Cairan manis yang dikeluarkannya didapat dari nektar bunga dan tepung sari. (Nektar adalah cairan manis yang terdapat pada bunga yang biasa diserap lebah, merupakan bahan utama untuk madu.) Untuk menghasilkan satu kilogram madu sekitar seribu ekor lebah harus mendatangi sekitar lima juta bunga. Nektar yang dibawa pulang oleh lebah diolah menjadi madu dalam sarangnya.

Komponen utama madu adalah dekstrosa dan levulosa. Madu berkadar kalium, besi, dan mineral lain yang lebih tinggi daripada gula. Madu tak disukai semut karena diduga madu mengandung zat penolak semut. Karena madu berasal dari berbagai jenis nektar bunga, maka kandungan, susunan, dan penampilan madu berbeda-beda. Madu dari lebah yang diternakkan menghasilkan madu yang berkualitas lebih tetap karena pohon bunganya juga dibudidayakan. Bunga yang biasanya untuk lebah madu adalah dari jenis tanaman randu, kopi, cengkeh, lengkeng, apel, dan lain-lainnya. Namun, banyak orang yang menyukai madu yang berasal dari hutan. Sejak peradaban kuno madu dianggap sebagai minuman dewa dan menyebabkan panjang umur, bahkan kehidupan abadi.

Orang Mesir, Romawi, dan Yunani kuno menggunakan madu untuk kue, minuman, dan bumbu kue serta daging. Madu mengikat molekul air sehingga kue tak mengering dan mengeras bila dipanggang. Cairan ini juga digunakan dalam berbagai es krim dan puding. Dalam Islam juga dibahas tentang kegunaan madu dari lebah dengan khasiatnya. Seperti tertulis pada Al Qur’an surat An Nahl ayat 68-69, madu itu adalah syifa’ (penawar) kepada manusia. Di Eropa ada sistem pengobatan dengan menggunakan lebah dan madunya.

Sistem pengobatan itu dinamakan apitheraphy yang dirintis oleh Profesor Bernard Descottes dari Prancis. Madu di Indonesia tak mengkristal. Bila mengkristal, maka madu itu bisa saja dicampur gula. Namun, di negara subtropis madu yang mengkristal biasa ditemui. Ini disebut sebagai creamed honey. Khasiat yang dikandung madu antara lain sebagai antiradang dan sering digunakan untuk menyembuhkan sakit tenggorokan. Di samping itu, madu juga berkhasiat menyegarkan badan, menghilangkan lesu, letih, lelah, loyo, dan lemah. Para peneliti yakin, madu dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai luka termasuk luka bakar, bisul-bisul kaki, dan luka setelah operasi. Khasiat ini didapatkan dari kandungan hydrogen peroxide yang dapat membunuh kuman dan mencegah yang bakteri lain berkembang.

Read Full Post »

Madu “Makanan Istimewa” untuk Kebugaran Tubuh Print E-mail
Madu ternyata tak cuma nikmat diminum. Si kental manis asam ini juga baik untuk kesehatan tubuh pengonsumsinya. Bahkan, ia sudah mulai dilirik sebagai bahan obat.

Padahal, sebenarnya madu merupakan cadangan pakan bergizi tinggi bagi anak-anak lebah. Wajar kalau kemudian madu dimasukkan ke dalam kelompok bahan makanan bergizi oleh manusia.

Sebagian masyarakat Indonesia yakin kalau madu merupakan cairan alami yang enak dan manis. Kita juga beranggapan, madu kental itu sebagai “makanan istimewa” untuk kebugaran tubuh. Serta katanya, mampu menjaga lestarinya kemampuan seksual seseorang. Menurut sumber kepustakaan, setiap 1.000 g madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,575 l susu, atau 1,680 kg daging.

Sebetulnya, khasiat madu amat berkaitan dengan kandungan gulanya yang tinggi. Yakni fruktosa 41%, glukosa 35%, dan sukrosa 1,9%. Serta unsur kan-dungan lainnya, seperti tepung sari ditambah berbagai enzim pencernaan. Lalu ada vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, antibiotika, dan lainnya.

Meski sama manisnya, perlakuan tubuh manusia terhadap madu yang manis itu berbeda dibandingkan dengan gula atau gula pasir. Madu dapat diproses langsung menjadi glukogen, sedangkan gula harus diproses terlebih dulu oleh enzim pencernaan di usus. Dengan demikian tubuh manusia bisa lebih cepat merasakan manfaat madu dibandingkan dengan gula pasir. Dari beberapa hal itu, rasanya bisa disimpulkan kalau madu bisa memberikan manfaat sangat penting dalam kehidupan manusia.

Madu peternak lebih baik

  • Madu memang sudah dikenal sebagai sumber pakan berkhasiat, konon sejak ribuan tahun lalu.

Dalam penggunaan sehari-hari, selain diminum dan dicicipi langsung, madu biasanya dipakai dalam industri susu bubuk, pabrik jamu, juga industri bahan makanan, misalnya untuk campuran roti, kue-kue, dan lainnya. Termasuk pula sebagai salah satu bahan makanan dalam kaleng, sirup, dan sebagainya.

Sayangnya, konsumen umumnya masih buta tentang mutu madu yang baik. Apalagi berbagai kemasan madu yang ada di pasaran jarang mencantumkan kandungan apa saja yang terdapat pada madu dalam botol itu. Seandainya dicantumkan pada kemasan, tetap saja sulit untuk mengetahui benar tidaknya kandungan 11 unsurnya, sebagai parameter yang ditentukan dalam Standar Industri Indonesia atau SII 0156-86.

Penelitian dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Industri Hasil Pertanian Bogor pada 1991 menyimpulkan, mutu madu produksi Indonesia, umumnya masih berada di bawah ketentuan SII. Lebih mengejutkan lagi, hasil penelitian yang dilakukan Laboratorium FMIPA Universitas Brawijaya Malang pernah menyimpulkan bahwa mutu madu produksi petani peternak secara umum, lebih baik dibandingkan dengan madu yang dijual di toko-toko, dengan segala kemewahan merek dan kemasannya.

Di sinilah perlunya peran para ahli untuk memberikan berbagai syarat madu yang memenuhi standar secara jelas dan ringkas, sehingga mudah diserap masyarakat luas. Di lain pihak perlu adanya itikad baik dan kejujuran dari para produsen serta penjual madu, sehingga berbagai macam madu yang beredar di pasaran tidak membingungkan kualitasnya.

Bukan “susu ratu”

  • Dalam perkembangan lebih lanjut, manusia menemukan produk lebah yang lebih hebat dibandingkan dengan madu, yaitu royal jelly alias “susu ratu”.

Dalam beberapa penelitian, royal jelly memberikan petunjuk katanya bisa menggantikan sel-sel tubuh yang mati, serta memelihara kebugaran tubuh. Juga disebut-sebut – lagi-lagi katanya – mampu mempertahankan keperkasaan lelaki. Bahkan, beberapa ahli lebah madu di Eropa kini kabarnya sedang meneliti kemungkinan royal jelly untuk mengobati penderita leukemia, kanker, dan AIDS.

Madu konon bisa menggantikan antibiotika bagi pasien pengidap kanker, juga menyembuhkan efek sampingan prosedur kuratif, dan obat rematik. Sedangkan venom atau racun lebah dapat untuk mengobati prostatitis kronis dan wasir. Juga dapat merehabilitasi pasien berpenyakit jantung, penyakit kulit, tukak lambung, luka bakar, dan sebagainya. Dalam suatu seminar internasional di Swis, tahun 1995, para peneliti dan ahli apiterapi juga ahli farmasi menyatakan dirinya siap bekerja sama secara internasional, untuk mengembangkan produksi obat-obatan dari produk lebah madu dan royal jelly.

Royal jelly yang disebut “susu ratu” sebetulnya bukan susu. Apalagi madu yang dihasilkan sang ratu lebah. Itu sebetulnya bahan makanan khusus untuk ratu lebah. Diduga karena terus-menerus makan royal jelly, queen bee itu bisa berumur antara 5 – 6 tahun.

Sejak 1922, seorang peneliti dari Prancis telah merekomendasikan royal jelly untuk pengobatan. Meski begitu sampai saat ini berbagai unsur yang terkandung di dalamnya belum bisa diketahui seluruhnya. Royal jelly yang manis agak kecut tetap merupakan misteri yang menggoda para ilmuwan.

Selebihnya, masih banyak laporan penelitian tentang berbagai produk lebah yang menunjukkan hasil positif untuk pengobatan, baik setelah mengonsumsi madu, tepung sari atau polen, maupun royal jelly. Sayangnya, kenyataan itu sulit diterima organisasi kesehatan dan perguruan tinggi kedokteran di beberapa negara dengan alasan kurangnya bukti ilmiah. Setidaknya, begitulah antara lain pernyataan pakar apiterapi dari Jerman. (Intisari)

Read Full Post »

Khasiat Madu

Balita Anda susah makan? Sebelum menderita kurang gizi, beri dia madu setiap hari. Dari penelitian terbukti, madu bisa menambah nafsu makan, menurunkan tingkat morbiditas terhadap panas dan pilek, di samping itu lengkap kandungan gizinya. Memberi makan anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) memang gampang-gampang susah. Kalau si anak punya nafsu makan tinggi, orang tua tidak bakal repot. Diberi makan apa saja balita itu akan menyantapnya dengan lahap. Sebaliknya, anak balita yang bernafsu makan rendah atau susah makan, membuat orang tua sering kewalahan, bahkan hampir kehilangan akal untuk membujuknya makan. Berbagai jenis makanan dicobakan. Reaksi si anak cuma membuang kembali makanan di mulutnya bila tidak sesuai kesukaannya. Celakanya, makanankesukaannya justru kurang bergizi. Padahal, variasi makanan sangat perlu. Kalau keadaan ini berlanjut bisa-bisa si anak menderita kurang makan dan kurang gizi, sehingga mudah sakit. Akibat semua itu proses tumbuh kembangnya menjadi tidak normal. Yang paling merisaukan, bila ia menjadi bagian dari generasi tanpa masa depan(lost generation). Meningkatkan nafsu makanUntunglah, ada hasil penelitian Y. Widodo. Peneliti pada Pusat Penelitian danPengembangan Gizi di Bogor ini, tahun lalu membawa kabar gembira bagi para orang tua yang memiliki anak kurang energi protein (KEP). Ia melaporkan bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkatmorbiditas (panas dan pilek) dan memperbaiki nafsu makan anak balita. Penelitian dilakukan terhadap balita pasien Klinik Gizi, Puslitbang Gizi,yang menderita kurang energi protein (KEP) akibat krismon. Ada 51 balita usia 13 – 36 bulan yang terlibat dalam penelitian. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, pertama Kelompok Madu (25 orang) sebagai sampel, dan kedua Kelompok Sirop (26 orang) sebagai kontrol. Kedua kelompok sama-sama diberitambahan vitamin B-kompleks dan vitamin C (50 mg). Indikator yang diamati antara lain data antropometri (umur, bobot badan,tinggi/panjang badan), sosial-ekonomi, recall konsumsi, riwayat kesehatan anak pada saat sebelum, selama, dan sesudah perlakuan sekitar dua bulan. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat morbiditas terhadap panas dan pilekkelompok madu atau sampel menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan frekuensi makan bertambah, sehingga konsumsi energi dan protein mereka juga meningkat dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapat sirop. Sebagian data hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 1..Manfaat kesehatan pemberian madu yang tampak dalam penelitian tersebut antara lain disebabkan oleh dua hal. Pertama, madu merupakan makanan yang mengandung aneka zat gizi sedangkan gula hanya mengandung energi atau kalori. Kedua, madu ternyata juga mengandung senyawa yang bersifat antibiotik. Mengandung faktor pertumbuhanm,Kandungan gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa (41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), dan dekstrin (1,5%).Karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita.Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam aminonya cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non-esensial. Asam amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita. Vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, vitamin B2, B3, B6,dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor, dan sulfur.Meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan sumber ideal bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati yang terdapat dalam darah manusia. Penelitian menunjukkan, madu juga mengandung faktor pertumbuhan. Dilaporkan, stek batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih cepat berakar dan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan stek yang ditanam tanpa perlakuanmadu. Madu juga mengandung zat antibiotik. Kandungan ini merupakan salah satu keunikan madu. Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton, Selandia Barumembuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit. Beberapa penyakit infeksi berbagai patogen yang dapat “disembuhkan” dan dihambat dengan (minum) madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan paru; penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf. Berdasarkan hasil penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur,paling tidak ada empat faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitasantibakteri pada madu. Pertama, kadar gula madu yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut tidak dapat hidup dan berkembang. Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangipertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut merana atau mati. Ketiga, adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat membunuh mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya senyawa organikyang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam. Yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid, dan glikosida. Takaran minum madu, Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari madu, cairan manis yang menjadi cadangan makanan koloni lebah ini harus dikonsumsi secara teratur. Dalampenelitian Widodo tersebut balita sampel diberi madu sebanyak 20 gram setiap hari. Madu tersebut tidak dianjurkan untuk bayi usia 0 – 4 bulan, karena makanan pertama dan yang utama untuk mereka adalah air susu ibunya (ASI).Setelah usia 4 bulan baru boleh diberi madu seiring dengan pemberian makanan tambahan sesuai anjuran. Menurut Muhilal, 2-3 sendok makan madu 2 X sehari sudah cukup memadai untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun untuk penyembuhan atau pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karenaakan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan. Selain menambahkan madu pada menu makanan balita secara teratur, tentu saja berbagai upaya kesehatan lainnya seperti pengobatan medis, pemberian makanan tambahan, dan imunisasi umum, harus pula dilakukan. Upaya tersebut akan lebih mempercepat upaya pemulihan kesehatan dan perbaikan gizi balita,terutama yang susah makan, sehingga mereka terhidar kemungkinan menjadi generasi tanpa masa depan (Mohamad Harli, Sarjana Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, IPB)
Arief herries

Read Full Post »

Older Posts »